Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya
Trainer "Terapi Sholat Bahagia"
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kata
shalat secara etimologis, berarti doa. Adapun sholat secara terminologis,
adalah seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan beberapa
syarat tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholat
menjadi dasar dan pedoman dari setiap aktivitas kehidupan manusia, karena
sholat adalah amalan yang pertama kali akan dihisap di akhirat kelak. Oleh
karena itu, sholat merupakan ibadah yang mengatur segala aktivitas baik itu
diperintahkan maupun dilarang Tuhan. Aktivitas manusia berhubungan denagn Allah
sebagai Tuhan penciptanya yang disebut habluminallah sedangkan aktivitas yang
berhubungan dengan manusia disebut habluminannas.
Sholat
adalah kewajiban kita sebagai manusia kepada Tuhan penciptanya, dan pada
dasarnya manusia yang membutuhkan ibadah sholat, yang jika dikerjakan akan
mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Pahala sholat
akan lebih banyak jika dikerjakan berjamaah daripada sendirian. Kewajiban ini
menjadi pondasi seperti tiang, jika tiangnya roboh maka seluruh amalan kita
juga tidak sempurna.
Tujuan
Allah menciptakan kita adalah untuk
beribadah dengan amal kebaikan dan mnyembah kepadanya.Menyembah disini
berarti beribadah dan salah satunya adalah sholat. Kita hidup di dunia ini
hanya sementara dan dari kehidupan di dunia inilah penentu kehidupan kita
selanjutnya yaitu kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan kekal selamanya.
Amalan perbuatan kita yang akan menentukan kita akan masuk surga ataupun neraka
yang menjadi tujuan hidup manusia sesungguhnya.
Pendalaman terapi
sholat bahagia (PTSB) memberikan bimbingan dan praktek sholat agar anda
memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan
kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah
menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin rasa syukur kepada
Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan
membahagiakan orang lain. PTSB ini
penting, karena dapat merubah mindset beberapa orang untuk ikhlas dan ridho
atas keputusan Allah, lebih percaya
diri, optimis, tenang ditengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit
setelah mengikuti PTSB. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata
penghayatan sholatnya luar biasa. Tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset
T2Q (tawakkal, tumakninah, dan qana’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan
sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.
Beberapa testi dari orang-orang yang telah mengikuti PTSB ini:
1.
Dahlan Iskan, mengatakan “inilah manajemen
sholat yang detail dan menarik. Saya pasti merubah sholat saya, yaitu
memperbanyak doa didalamnya daripada diluar sholat.”
2.
BMI (Taiwan), mengatakan “saya lepas
dari obat sakit kepala, yang saya konsumsi setiap hari.”
3.
Sri Wahyuni (Sidoarjo), mengatakan “6
bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar.”
4.
Ibu SRJ (Sidiarjo), mengatakan “putriku
bisa pisah dari pacarnya yang non muslim...”
5.
Dr. Meralda S.S, (Surabaya), mengatakan
“Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah
lima bulan sakit.”
6.
A. K, (Sidoarjo), mengatakan “setelah
menganggur, saya mendapat tawaran kerja di Perusahaan asing.”
Kita
harus menulis daftar anugerah dan daftar masalah dan harapan sebelum kita
melakukan pendalaman terapi sholat bahagia ini, yang bersifat umum maupun yang
bersifat rahasia. Berikut ini beberapa contoh dari daftar anugerah: sebelumya
ucapkan dulu
“Wahai Allah, saya berterimakasih
atas semua anugrah-mu berikut ini:”
1.
Ibuku amat sayang, penuh pengorbanan,
sabar dan selalu mengajarkan kesopanan.
2.
Bapakku amat sayang, sabar, pekerja
keras untuk kebahagiaan keluarga.
3.
Kakakku amat sopan, sajana dan sayang
kepada adik-adiknya.
4.
Adikku berprestasi, dan selalu membantu pekerjaan orang tua.
5.
Penyakit asma ku terkontrol.
6.
Bisa akrab kembali dengan X setelah lama
konflik
Berikut
ini beberapa contoh dari daftar masalah dan harapan: sebelumnya ucapkan dulu “Wahai Allah, inilah beberapa problem dan
harapanku:”
1.
Aku kurang percaya diri jika berbicara
di depan umum.
2.
Mudah putus asa dalam menghadapi
kesulitan usaha atau belajar.
3.
Ingin mengberangkatkan haji bapak dan
ibu saya
4.
Ingin memenuhi segala keinginan bapak
dan ibu saya
Fungsi dari daftar
anugerah dan daftar masalah dan harapan adalah misalnya untuk belanja kepasar
saja, kita selalu menyiapkan daftar belanja. Maka seperti itulah, sebelum
sholat kita sebaiknya juga menyiapkan daftar anugerah, yaitu apa saja nikmat
yang telah kita terima, agar pernyataan syukur anda terfokus selama sholat.
Kita perlu juga mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja masalah hidup dan
apa saja harapan kita. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan yang telah
kita siapkan itu, kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh
penghayatan.
Seorang hamba yng
mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ikhlas dan terus menerus pasti akan
dikabulkan oleh Allah yang Maha Pemurah. Berdoalah dan memintalah kepada Allah
SWT, maka Allah SWT akan mengabulkan doa-doa yang kita ucapkan usai melakukan
ibadah sholat. Inilah korelasi yang kuat antara sholat dan kebahagiaan hidup.
Siapa yanng ingin bahagia dalam hidup, maka tunaikanlah ibadah sholat. Oleh
karena itu, perlu adanya usaha serta niat dalam diri kita untuk mengubah sebuah
kebiasaan kecil yang sengaja maupun tidak, agar kita dapat merasakan luar
biasanya nikmat melakukan komunikasi dengan Allah SWT. Salah satunya dengan
melaksanakan “Pendalaman Terapi Sholat Bahagia”, seperti yang diajarkan oleh
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Beliau merupakan salah satu guru besar di
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan beliau juga merupakan penulis
buku “60 Menit Terapi Sholat Bahagia”.
Sholat bahagia
memberikan jalan keluar. Terapi sholat bahagia merupakan cara seseorang untuk
mencapai sebuah kebahagiaan melalui sholat. Seperti halnya jika kita menghayati
bunyi adzan yakni hayya ‘ala shalah (mari
kita melaksanakan sholat), kemudian hayya
‘alal falah (mari kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa
memang sholat menghantarkan kita menuju kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam
terapi sholat bahagia ini terdapat beberapa doa dan renungan dalam gerakan
sholat, karena doa yang baik itu ada didalam sholat bukan diluar sholat, tetapi
lebih baik jika dilakukan kedua-duanya. Secara garis besar ada enam inti
gerakan utama dalam sholat yaitu: berdiri, rukuk, bangun dari rukuk, sujud,
duduk diantara dua sujud dan tasyahud. Masing-masing gerakan ini dilakukan
dengan benar, tenang dan penuh penghayatan atau T2Q. Penghayatan dilakukan
dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa untuk merenungi
tiap-tiap doa pada setiap gerakan. Tarik nafas, tahan sebentar, keluarkan nafas
pelan-pelan. Setelah berhasil meresapi berbagai penghayatan secara mendalam, baru
dilanjutkan gerakan sholat mendalam, baru dilanjutkan gerakan sholat
berikutnya. Berikut ini adalah poin-poin penghayatan dan renungan dalam terapi
sholat bahagia.
1.
Berdiri (takbiratul ihram)
SUBHAN: syukur, bimbingan ketahanan
iman.
Pada posisi ini setelah membaca
surat al-fatihah kita langsung berdoa dengan mengucap kata syukur atas semua
nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita, setelah itu kita
meminta bimbingan untuk tetap diberi jalan yang benar, dan yang terakhir kita
meminta untuk diberi ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari
kesesatan dan murka-Nya. Setelah itu baru kita membaca surat pendek dan
melanjutkan gerakan sholat berikutnya.
2.
Rukuk
TURUT: tunduk, menurut
Dalam posisi ini usahakan bahu
sejajar dengan punggung, dan pantat agak ditarik keatas sampai terasa
syaraf-syaraf dikaki tertarik keatas. Setelah membaca doa rukuk berhenti
sejennak untuk merenung atas diri kita, yaitu dengan kalimat:
“Wahai
Allah, aku tunduk membungkuk pada kehendakmu, aku bertasbih dan menyerahkan
hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadamu” dilanjutkan
dengan “aku menurut kepada semua perintahmu, ampunilah dosa-dosaku.”
Dalam
posisi rukuk seperti ini anda juga dapat bercerita tentang keluh kesah atau
masalah yang sedang anda hadapi,
dan anda harus yakin bahwa Allah akan
menolong dan pasrahkan semuamasalah anda kepada Allah SWT.
3.
I’tidal
HADIR: hak pujian, takdir
Setelah membaca doa dalam gerakan
sholat ini berhenti sejenak untuk mengucapkan pujian kepada Allah dengan
kalimat “hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas
mengharap pujian manusia”. Setelah itu dilanjutkan dengan “semua hak terjadi
atas takdirmu. Aku ridha dan ikhlas menerimanya.
4.
Sujud
MASJID: maaf, sinar jiwa dan raga
Dalam posisi sujud waktunya kita
meminta maaf atas dosa-dosa kita, kemudian mintalah untuk menyinari hati,
lidah, mata dan telinga kita, setelah itu berserah diri untuk hidup mati, sehat
sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadanya. Setelah itu lanjutkan doa
seperti pada posisi rukuk tadi. Ceritakan semua apa yang telah terjadi.
5.
Duduk antara dua sujud
AKSI: ampunan, kasih, sejahtera,
Iman
Mintalah empat hal pada posisis ini,
dalam hal untuk mengampuni dosa-dosa kita, meminta untuk mencintai kita
menjadikan hidup kita penuh kasih bersama keluarga dan manusia, meminta rezeki
yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong kafir miskin serta
untuk diberi kesehatan,yang terakhir mintalah agar iman kita dikuatkan dan
semakin sabar dalam godaan dunia.
6.
Tasyahud
SOSIAL: sholawat, persaksian,
tawakal
Setelah membaca doa tahiyatul akhir,
yang berupa sholawat atas Nabi dilanjutkan kesaksian pada Allah SWT bahwa tiada
tuhan selain-Nya, dan yang terakhir bertawakal menyerahkan hidup mati, sehat
sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadanya. Setelah itu dilanjutkan
dengan membaca doa ketika rukuk tadi. Pada waktu salam bacalah doa “Wahai Allah
aku sekarang lebih bahagia, aku akan menoleh kekanan dan kekiri”,saat menoleh
kekanan dan kekiri berhenti sejejnak untuk membaca doa “berikan kemudahan
hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang disebelah kanan dan kiriku”.
Dengan
tata cara sholat seperti itu, pastinya tidak hanya doa saja yang harus sesuai
tetapi juga harus diimbangi dengan gerakan sholat yang tumakninah. Lakukan hal
tersebut dengan catatan sholat munfarid (sendiri) tidak disarankan untuk sholat
berjamaah. Melakukan sholat seperti itu tidak hanya membuat hati kita menjadi
tenang, tetapi juga membuat penyakit yang ada ditubuh kita sembuh, penyakit ambean
dan kanker payudara pun bisa sembuh jika kita ikhlas mengerjakan sholat dengan
cara terapi sholat bahagia.
Demikian
yang dapat saya sampaikan di blog ini tentang pendalaman terapi sholat bahagia.
Mudah- mudahan blog ini bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.