Sabtu, 30 November 2019

Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya
Trainer "Terapi Sholat Bahagia"

Assalamualaikum Wr. Wb.    
            Kata shalat secara etimologis, berarti doa. Adapun sholat secara terminologis, adalah seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan beberapa syarat tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholat menjadi dasar dan pedoman dari setiap aktivitas kehidupan manusia, karena sholat adalah amalan yang pertama kali akan dihisap di akhirat kelak. Oleh karena itu, sholat merupakan ibadah yang mengatur segala aktivitas baik itu diperintahkan maupun dilarang Tuhan. Aktivitas manusia berhubungan denagn Allah sebagai Tuhan penciptanya yang disebut habluminallah sedangkan aktivitas yang berhubungan dengan manusia disebut habluminannas.
            Sholat adalah kewajiban kita sebagai manusia kepada Tuhan penciptanya, dan pada dasarnya manusia yang membutuhkan ibadah sholat, yang jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Pahala sholat akan lebih banyak jika dikerjakan berjamaah daripada sendirian. Kewajiban ini menjadi pondasi seperti tiang, jika tiangnya roboh maka seluruh amalan kita juga tidak sempurna.
            Tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk  beribadah dengan amal kebaikan dan mnyembah kepadanya.Menyembah disini berarti beribadah dan salah satunya adalah sholat. Kita hidup di dunia ini hanya sementara dan dari kehidupan di dunia inilah penentu kehidupan kita selanjutnya yaitu kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan kekal selamanya. Amalan perbuatan kita yang akan menentukan kita akan masuk surga ataupun neraka yang menjadi tujuan hidup manusia sesungguhnya.
Pendalaman terapi sholat bahagia (PTSB) memberikan bimbingan dan praktek sholat agar anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin rasa syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan orang lain. PTSB  ini penting, karena dapat merubah mindset beberapa orang untuk ikhlas dan ridho atas  keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang ditengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan sholatnya luar biasa. Tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakkal, tumakninah, dan qana’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan. Beberapa testi dari orang-orang yang telah mengikuti PTSB ini:
1.      Dahlan Iskan, mengatakan “inilah manajemen sholat yang detail dan menarik. Saya pasti merubah sholat saya, yaitu memperbanyak doa didalamnya daripada diluar sholat.”
2.      BMI (Taiwan), mengatakan “saya lepas dari obat sakit kepala, yang saya konsumsi setiap hari.”
3.      Sri Wahyuni (Sidoarjo), mengatakan “6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar.”
4.      Ibu SRJ (Sidiarjo), mengatakan “putriku bisa pisah dari pacarnya yang non muslim...”
5.      Dr. Meralda S.S, (Surabaya), mengatakan “Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulan sakit.”
6.      A. K, (Sidoarjo), mengatakan “setelah menganggur, saya mendapat tawaran kerja di Perusahaan asing.”
Kita harus menulis daftar anugerah dan daftar masalah dan harapan sebelum kita melakukan pendalaman terapi sholat bahagia ini, yang bersifat umum maupun yang bersifat rahasia. Berikut ini beberapa contoh dari daftar anugerah: sebelumya ucapkan dulu
“Wahai Allah, saya berterimakasih atas semua anugrah-mu berikut ini:”
1.      Ibuku amat sayang, penuh pengorbanan, sabar dan selalu mengajarkan kesopanan.
2.      Bapakku amat sayang, sabar, pekerja keras untuk kebahagiaan keluarga.
3.      Kakakku amat sopan, sajana dan sayang kepada adik-adiknya.
4.      Adikku berprestasi, dan  selalu membantu pekerjaan orang tua.
5.      Penyakit asma ku terkontrol.
6.      Bisa akrab kembali dengan X setelah lama konflik
Berikut ini beberapa contoh dari daftar masalah dan harapan: sebelumnya ucapkan dulu “Wahai Allah, inilah beberapa problem dan harapanku:”
1.      Aku kurang percaya diri jika berbicara di depan umum.
2.      Mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan usaha  atau belajar.
3.      Ingin mengberangkatkan haji bapak dan ibu saya
4.      Ingin memenuhi segala keinginan bapak dan ibu saya
Fungsi dari daftar anugerah dan daftar masalah dan harapan adalah misalnya untuk belanja kepasar saja, kita selalu menyiapkan daftar belanja. Maka seperti itulah, sebelum sholat kita sebaiknya juga menyiapkan daftar anugerah, yaitu apa saja nikmat yang telah kita terima, agar pernyataan syukur anda terfokus selama sholat. Kita perlu juga mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja masalah hidup dan apa saja harapan kita. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan yang telah kita siapkan itu, kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan.
Seorang hamba yng mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ikhlas dan terus menerus pasti akan dikabulkan oleh Allah yang Maha Pemurah. Berdoalah dan memintalah kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan mengabulkan doa-doa yang kita ucapkan usai melakukan ibadah sholat. Inilah korelasi yang kuat antara sholat dan kebahagiaan hidup. Siapa yanng ingin bahagia dalam hidup, maka tunaikanlah ibadah sholat. Oleh karena itu, perlu adanya usaha serta niat dalam diri kita untuk mengubah sebuah kebiasaan kecil yang sengaja maupun tidak, agar kita dapat merasakan luar biasanya nikmat melakukan komunikasi dengan Allah SWT. Salah satunya dengan melaksanakan “Pendalaman Terapi Sholat Bahagia”, seperti yang diajarkan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Beliau merupakan salah satu guru besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan beliau juga merupakan penulis buku “60 Menit Terapi Sholat Bahagia”.
Sholat bahagia memberikan jalan keluar. Terapi sholat bahagia merupakan cara seseorang untuk mencapai sebuah kebahagiaan melalui sholat. Seperti halnya jika kita menghayati bunyi adzan yakni hayya ‘ala shalah (mari kita melaksanakan sholat), kemudian hayya ‘alal falah (mari kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa memang sholat menghantarkan kita menuju kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam terapi sholat bahagia ini terdapat beberapa doa dan renungan dalam gerakan sholat, karena doa yang baik itu ada didalam sholat bukan diluar sholat, tetapi lebih baik jika dilakukan kedua-duanya. Secara garis besar ada enam inti gerakan utama dalam sholat yaitu: berdiri, rukuk, bangun dari rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud dan tasyahud. Masing-masing gerakan ini dilakukan dengan benar, tenang dan penuh penghayatan atau T2Q. Penghayatan dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa untuk merenungi tiap-tiap doa pada setiap gerakan. Tarik nafas, tahan sebentar, keluarkan nafas pelan-pelan. Setelah berhasil meresapi berbagai penghayatan secara mendalam, baru dilanjutkan gerakan sholat mendalam, baru dilanjutkan gerakan sholat berikutnya. Berikut ini adalah poin-poin penghayatan dan renungan dalam terapi sholat bahagia.
1.      Berdiri (takbiratul ihram)
SUBHAN: syukur, bimbingan ketahanan iman.
            Pada posisi ini setelah membaca surat al-fatihah kita langsung berdoa dengan mengucap kata syukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita, setelah itu kita meminta bimbingan untuk tetap diberi jalan yang benar, dan yang terakhir kita meminta untuk diberi ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Nya. Setelah itu baru kita membaca surat pendek dan melanjutkan gerakan  sholat berikutnya.
2.      Rukuk
TURUT: tunduk, menurut
            Dalam posisi ini usahakan bahu sejajar dengan punggung, dan pantat agak ditarik keatas sampai terasa syaraf-syaraf dikaki tertarik keatas. Setelah membaca doa rukuk berhenti sejennak untuk merenung atas diri kita, yaitu dengan kalimat:
“Wahai Allah, aku tunduk membungkuk pada kehendakmu, aku bertasbih dan menyerahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadamu” dilanjutkan dengan “aku menurut kepada semua perintahmu, ampunilah dosa-dosaku.”
Dalam posisi rukuk seperti ini anda juga dapat bercerita tentang keluh kesah atau masalah  yang sedang anda hadapi, dan  anda harus yakin bahwa Allah akan menolong dan pasrahkan semuamasalah anda kepada Allah SWT.
3.      I’tidal
HADIR: hak pujian, takdir
            Setelah membaca doa dalam gerakan sholat ini berhenti sejenak untuk mengucapkan pujian kepada Allah dengan kalimat “hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”. Setelah itu dilanjutkan dengan “semua hak terjadi atas takdirmu. Aku ridha dan ikhlas menerimanya.
4.      Sujud
MASJID: maaf, sinar jiwa dan raga
            Dalam posisi sujud waktunya kita meminta maaf atas dosa-dosa kita, kemudian mintalah untuk menyinari hati, lidah, mata dan telinga kita, setelah itu berserah diri untuk hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadanya. Setelah itu lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk tadi. Ceritakan semua apa yang telah terjadi.
5.      Duduk antara dua sujud
AKSI: ampunan, kasih, sejahtera, Iman
            Mintalah empat hal pada posisis ini, dalam hal untuk mengampuni dosa-dosa kita, meminta untuk mencintai kita menjadikan hidup kita penuh kasih bersama keluarga dan manusia, meminta rezeki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong kafir miskin serta untuk diberi kesehatan,yang terakhir mintalah agar iman kita dikuatkan dan semakin sabar dalam godaan dunia.
6.      Tasyahud
SOSIAL: sholawat, persaksian, tawakal
            Setelah membaca doa tahiyatul akhir, yang berupa sholawat atas Nabi dilanjutkan kesaksian pada Allah SWT bahwa tiada tuhan selain-Nya, dan yang terakhir bertawakal menyerahkan hidup mati, sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepadanya. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa ketika rukuk tadi. Pada waktu salam bacalah doa “Wahai Allah aku sekarang lebih bahagia, aku akan menoleh kekanan dan kekiri”,saat menoleh kekanan dan kekiri berhenti sejejnak untuk membaca doa “berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang disebelah kanan dan kiriku”.
Dengan tata cara sholat seperti itu, pastinya tidak hanya doa saja yang harus sesuai tetapi juga harus diimbangi dengan gerakan sholat yang tumakninah. Lakukan hal tersebut dengan catatan sholat munfarid (sendiri) tidak disarankan untuk sholat berjamaah. Melakukan sholat seperti itu tidak hanya membuat hati kita menjadi tenang, tetapi juga membuat penyakit yang ada ditubuh kita sembuh, penyakit ambean dan kanker payudara pun bisa sembuh jika kita ikhlas mengerjakan sholat dengan cara terapi sholat bahagia.
Demikian yang dapat saya sampaikan di blog ini tentang pendalaman terapi sholat bahagia. Mudah- mudahan blog ini bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar